Rabu, 08 Februari 2017

Pulau Osi alternatif Pengganti wisata Ora Beach

Siapa yang tidak kenal pantai Ora? ya salah satu pantai yang eksotik di belahan Timur Indonesia di Propinsi Maluku. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang menjadikan pantai tersebut menjadi sasaran tujuan wisata ke Ambon. Kata mereka kalau belum ke Ora belum "sah" kalau ke Ambon. Yah sepertinya begitu. Namun anda akan kaget ketika mengetahui bahwa hampir sebagian orang Ambon (Pulau Ambon) yang bahkan belum menginjakan kaki mereka ke Ora beach. Begitu dicek alasan kenapa mereka belum kesana, rata-rata alasan mereka dikarenakan biaya perjalanan dan penginapan yang cukup mahal. Sayang sekali memang, namun berdasarkan temuan ini saya (penulis) dapati bahwa ada beberapa tempat wisata yang dijadikan alternatif pengganti wisata Ora beach, salah satunya ialah pulau Osi.



Pulau Osi


Pulau Osi, pulau ini terletak di Seram Bagian Barat, secara geografis memang tidaklah sama dengan  Ora beach yang hanya bibir pantai, namun keindahan perjalanan sampai di lokasinya tidak lah kalah dengan pemandangan di Ora Beach. berikut ini saya ceritakan pengalaman saya dan beberapa teman berkunjung ke tempat ini (penulis: Bahkan saya sudah mengunjungi tempat ini 3 kali)

Kami berkumpul di The Natsepa Resort & Conference Center karna ada sebagian besar teman bekerja disana. Pukul 17:30 kami berangkat menggunakan sepeda motor menuju Pelabuhan Fery Liang di Kecamatan Salahutu Maluku Tengah. Dari Liang kami berangkat ke Pulau Seram menggunakan Kapal Feri pukul 20:00 WIT menuju Waaipirit.

Sesampai di Waaipirit sekitar jam 10 malam dari situ kami melanjutkan perjalanan 10 menit dan singgah di Nuruwe dirumah kerabat salah satu rekan trip kami. Disini kami disambut dengan keramahan khas masyarakat lokal berupa dijamu makan malam dengan makanan khas Maluku yaitu "papeda" makanan yg berasal dari tepung sagu yang diseduh dengan air panas mendidih sehingga berbentuk bubur sagu. Papeda ini rasanya tawar, yang membuat makanan ini digemari sebenarnya karna sedapnya kuah ikan yang biasanya dimakan bersama dengan papeda itu.

Dari sini kami bertolak menuju Waaisarisa untuk menginap di tempat yang telah kami rencanakan untuk menginap di rumah salah satu teman. Disinipun kami kembali di paksa untuk makan dan banyak sekali ikan laut yang. Suatu kesempatan yang tidak boleh saya lewatkan sebagai pecinta seafood, ada ikan bakar, ikan goreng, cumi dll.

Di Waaisarisa kami menginap di 2 tempat yang bedekatan. Keesokan paginya kami berangkat jam 9 pagi waktu lokal menuju Pulau Osi.


Sepanjang perjalanan kami dipuaskan dengan udara yang segar dan pemandangan bukit dan guning yang hijau serta hamparan lautan serta pulau pulau kecil yang berserakan, begitu indah pemandangannya. Perjalanan kami tempuh dalam waktu hampir 1 jam setengah, waktu tidak begitu terasa karna kami begitu menikmati keindahan alam pulau Seram.




Sesampai di Osi kami menyempatkan diri untuk berfoto dan mengabadikan moment yang berharga tersebut. Ada jembatan kayu yang dibuat untuk menghubungkan pulau seram dengan pulau Osi. kami melewati beberapa pulau kecil sebelum sampai di pulau Osi. Di Pulau Osi didiami oleh beberapa kepala keluarga. Nuansa yang ramah menyambut kami tiba disana.




















Kami langsung menuju tempat makan yang ada di sepanjang Jembatan di Pulau Osi. memang tidak banyak resort seperti yg ada di Pulau Ora, namun ada juga resort di pulau Osi.



 Di Osi kami menikmati santapan aneka Ikan laut yang kami beli. Stok ikan disini sangat banyak karna ada keramba ikan Garopa (istilah lokal untuk ikan kerapu). Ikannya masih segar dan enak.





















Setelah bersantap, kami menghabiskan waktu di Pulau Osi, ada yang berenang, ada yang memancing dan ada yang melanjutkan berfoto-foto. Kami kembali dari pulau Osi kira-kira jam setengah 3 sore.








Dalam perjalanan pulang ke Waaipirit kami singgah di Piru untuk makan Durian dan langsa (duku). Duriannya begitu enak dan harum.


Dari Piru kami melanjutkan ke Waaipirit untuk kembali ke Pulau Ambon.


Sebuah perjalanan yang sangat berkesan. Perjalanan yang cukup murah namun meriah, ya perjalanan yg ekonomis bagi para backpackers low budget seperti kami.

Rincian Biaya Perjalanan yang kami keluarkan :
Ongkos Feri Motor + Boncenger Rp 53.000,- (sharing budget 2 org)
Isi bensin Rp. 40.000 (sharing budget 2 org)
Makan Malam (dicover uang trip)
Makan pagi (dicover uang trip)
Makan Siang di Pulau Osi Rp. 300.000 (sharing 10 org)
Makan Durian (dicover uang trip)
Ongkos Feri Motor + Boncenger Rp 53.000,- (sharing budget 2 org)
Jadi total yang saya keluarkan hanya Rp 103.000,- cukup murah jika dibandingkan dengan ke Pulau Ora.
Bagaimana, Anda ingin ke Pulau Osi? Mari kita jelajahi alam Maluku bersama MB (Moluccan Backpackers).https://www.facebook.com/groups/exploremaluku/?ref=bookmarks

NB:
MB membantu menyediakan rumah singgah di Ambon dan di Seram. Dan juga mengakomodir transportasi.

Ikuti petualangan berikutnya masih tetap di #ExploreAmbon bersama #MoluccanBackpackers